Cinta Ada di mana-mana

10:06:00 AM

"If the time comes that the God gave you the right person, remember to take care and always be there for them. Because God has a purpose why He gave to him/her"

Cinta ada di mana-mana.

Untuk yang remaja (emangnya kamu udah tua ya,Yon?)  siapa yang paling pertama muncul di kepala? Siapapun orang yang beruntung itu, pastilah yang sangat kamu cinta. Pernah berfikir bahwa kamu akan kehilangan orang itu? Oh no. Membahas itu rasanya menyakitkan  dan kita tidak mau (tau) bahwa hari itu akan datang.

Waktu berputar. Jalanan kota tidak lagi penuh pohon besar yang teduh, tergantikan mal luas yang dingin. Delman dan sepeda terdesak banyaknya kendaraan yang mengepulkan asap ke udara. Dia yang dahulu sangat memperhatikanmu sedikit mulai merenggangkan genggamannya. Keriput dan rambut putih yang tidak dapat ditolak mulai perlahan menghiasi. Yang dulu kau lihat masih memakai popok penuh dengan hal menjijikan, sekarang sudah bisa berlarian ke lapangan luas untuk bermain bola. Tentunya dengan celana dalam tanpa popok yang mengganjal.
Kamu lihat? Betapa lelahnya sang waktu yang telah bekerja keras mengubah mereka semua.
Cinta ada di mana?
Aku tahu kalian bisa menjawabnya.
Entahlah sepedaku sudah berganti sampai berapa kali sampai saat ini. Aku ingat sepeda kecil pertamaku yang berwarna ungu. Aku menjatuhkannya sampai tak terhitung, dan terkadang aku harus berhenti memainkannya sebentar lalu memanggil bapak karena rantainya terlepas. Aku diajarkan bagaimana cara mengayuh; bukan memajukannya menggunakan kedua kaki. Sore hari aku diajak melatih kayuh kakiku ke lapangan luas beraroma sangat khas, yang kini aku tahu lapangan itu bernama Lapangan Puputan. Sehabis mandi sore, rambut sebahuku diikat 2 dan merasa seperti seorang putri. Aku ingat laki-laki yang membetulkan rantai sepedaku, aku ingat tangan gemuk dan empuk yang mengikat rambutku. Mereka biasa kita sebut orang tua.

Dalam hal yang lebih menyebalkan, aku menyebutnya dengan sebutan adik. Adikku selalu memberantakan buku bacaan, menggunting kertas hingga berukuran kecil (dan tentu saja ditinggalkan begitu saja), suka mengadu, mengacak kamar yang sudah seharian penuh aku bersihkan. Dia tidak akan pernah mengerti rasanya menjadi kakak dari adik yang sangat menyebalkan. Aku merasa bodoh. Ketika aku merasa sangat marah, aku masih saja tetap mengambilkan ia nasi hangat. Ketika aku sengaja menyuruhnya menjemur cucian sendirian, perlahan aku mengintip lalu membantunya menggantung. Ketika malam hari dia menyuruhku menyetrika seragam untuk besok, aku menolaknya dan bergegas tidur. Dan pada pagi hari, aku bangun lebih awal untuk melakukan permintaannya kemarin.

Ketika aku sangat jenuh berada sendiri di rumah, biasanya aku pergi ke rumah saudara. Jaraknya tidak jauh, mungkin hanya 1km. Di sana sangat ramai, ada anak kecil yang membuat kita gemas (dan menjengkelkan ketika mereka menangis), ada tante berumur 29tahun yang biasa aku ajak cerita, sepupu kelas 1 SMP yang besar badannya melebihi badanku, om berperut buncit. Mereka selalu membantu jika aku ada masalah. Menawariku makan, hahaha iya mereka tahu aku lapar karena di rumah tidak ada makanan. Rasanya menyenangkan dan bersyukur jarak rumahku dan rumah mereka tidak jauh.

Kini aku sudah tamat sekolah. Tentu aku sudah melewati berbagai jenjang untuk lulus. Di mulai dari TK, SD, SMP, dan SMK. Banyak sekali orang baru dan asing yang akhirnya aku kenal dan menjadi teman. Di setiap kelulusan menuju jenjang yang lebih tinggi, pastinya kita rindu teman yang dulu, dan membandingkan dengan teman yang baru. Ajaib, bagaimana seseorang yang dulu bahkan kita tidak tahu namanya namun perlahan menjadi seperti bagian dari keluarga. Begitu dekat dan kamu tidak perlu sungkan untuk mengejek ataupun kamu akan merasa kesal jika diejek. Kamu akan membalas ejekannya lebih buruk. Dengan catatan, kamu tahu itu bukan hal yang sangat pribadi dan akan menyakiti hati mereka. Kamu tidak perlu meminta izin untuk meminta makanan mereka, bahkan mungkin beberapa dari mereka sengaja membawakan untukmu. Dari banyaknya teman yang kamu anggap satu keluarga besar, tentu ada beberapa dari mereka yang benar-benar melekat. Yang begitu mengerti kamu, yang tahu kamu sedang dalam masalah, yang bisa menebak dengan benar walaupun kita tidak mengatakannya secara langsung. Sedekat itu.

Lalu hadir seorang lawan jenis yang kamu sebut pacar. Ketika kita masih kecil, anak laki-laki semuanya menyebalkan, suka menang sendiri, dan sangat mengganggu anak perempuan. Tapi ketika kita tumbuh menjadi sedikit lebih besar, beberapa dari mereka tampak sangat sempurna di mata. Kamu tahu dia tidak memiliki mata biru yang indah, tidak memiliki badan yang six-pack, dan memakai pakaian yang urakan, tapi kamu tetap menyukainya. Bahkan ketika kamu tahu dia pernah mencuri singkong tetangga atau menonton film porno bersama teman-temannya, rasanya seperti ada permakluman khusus untuknya. Bersamanya kamu menceritakan apa saja yang kamu lewati seharian. Berbalas pesan teks tanpa merasa bosan. Merasakan debar ketika ia menggenggam tanganmu di tengah keramaian. Dan jika boleh dibilang, setengah hati kita tertinggal bersamanya.

Kamu tahu bahwa kamu merasakan cinta
...meski dalam emosimu yang meledak karena di marah atau mereka membuatmu jengkel, kamu masih mau memperhatikan mereka.
...jika mereka membuat kesalahan, kamu akan memarahinya, menasehati, dan memaafkan.
...kamu tetap mengerjakan sesuatu untuk mereka, agar mereka merasa senang.
...terkadang kamu merasakan benci, namun kamu tahu kamu menyayanginya.
...kamu mendengar nasehat, dan melaksanakannya.
...menjadi pribadi yang lebih baik untuk mereka.
...selalu ingin melakukan hal untuk membuat mereka bahagia.
Dan mungkin masih banyak yang lainnya, tapi satu yang pasti ketika kamu merasakan cinta, kamu tidak akan keberatan menghabiskan dan menjalani hari bersama mereka.
Waktu mungkin berputar dan mengubah semua, tapi tidak cukup kuat untuk mengubah rasa sayang yang akan tetap berada di sana. 

You Might Also Like

2 comments

  1. sampe nangis bacanya hihi. keren kakkk. dr td sore mantengin blognya kakak nih hihi suka bgt sama postingannya. dan paling suka sama yang ini :'D

    ReplyDelete

Flickr Images

Subscribe