...Tapi di Depan Kamu

7:09:00 PM


Aku gadis biasa, bahkan dibawah standar. Dengan segala kekurangan yang ada, masih ada yang mau melihatku.

Rambutku jarang sekali rapi. Mungkin hanya rapi saat aku menyisirnya di rumah, tapi ketika sudah di luar mereka suka mencuat kemana-mana. Rambutku tidak terlalu lurus namun tidak juga terlalu keriting. Aku jadi agak bingung mau menyebutnya apa.  Aku suka sekali memotong sendiri rambutku.
Iya, maksudku bukan cuma sekedar poni; benar-benar keseluruhan. Beberapa kali dapat pengalaman buruk di salon membuatku seperti ini. Rambutku sering kali rusak sehabis dari salon. Maka dari itu, aku memotongnya sendiri di rumah. Lumayan, walaupun memotongnya pun tidak tahu model apa, dan asal-asalan, tapi setidaknya perlahan rambutku yang dulunya kering dan rusak jadi lebih mendingan. Aku suka mengikat rambutku jika sedang di luar, tapi di depan kamu, sering kali aku menggerainya. Karena aku senang sekali ketika kamu mau mengelusnya, mengacak-acak poni, atau pun mengikatnya (karena perintahku) meskipun aku tahu kamu sama sekali tidak berbakat mengikat rambut perempuan.  Menurutku itu lucu.

Aku mempunyai mata yang menurutku (oke, menurut orang-orang juga) tidak termasuk kategori mata indah. Sama sekali. Lensa mataku berwarna coklat kehitaman, akan lebih coklat jika terpapar sinar matahari tentunya. Ada sepasang kantung mata yang menggelayut di sana. Berwarna coklat, atau bisa lebih gelap lagi ketika aku kurang tidur. Aku sudah pernah mencoba menghilangkan kantung mata ini, mencari tips dari google. Dari menaruh sendok dingin (yang di masukkan ke freezer) sampai menaruh kantung teh yang sudah dipakai. Tetap saja begini. Mata pandaku sering kali membuatku tidak berani menatap lawan bicara terlalu lama, apalagi yang belum akrab (atau memang aku yang pemalu?). Dan anehnya, ada yang jatuh cinta karena mata sayu ini. Tentu saja, ini membuatku heran dan mulai menghargai sepasang kantung mata yang menurutku tidak keren sama sekali. Aku tidak berani menatap mata seseorang, terlebih lagi anak laki-laki, tapi di depan kamu, rasanya ingin sekali mengobrol dan memandangi matamu selama yang aku bisa. Mencuri-curi pandang ketika kamu bersama teman-teman, dan berharap kamu tahu ada seorang gadis yang sedari tadi tersenyum-senyum kecil karena tingkahmu yang konyol.

Tentang tanganku yang kecil ini sudah ada yang tahu? Iya, tanganku kecil, aku nampak makin kurus dibuatnya. Pergelangan tangan yang seperti ini membuatku kesulitan jika ada gelang lucu. Aku bahkan tidak perlu susah payah menarik mereka untuk melepasnya, sering kali gelang-gelang itu jatuh dengan sendirinya; karena terlalu besar di tanganku. Perihal cincin, oh tentu saja sama. Pernah di suatu ketika, seorang anak laki-laki memberiku cincin untuk pertama kali. Hahaha, waktu itu katanya hadiah sebulan kita pacaran. Cincin itu kebesaran untuk jari-jariku yang kurus. Ibu jari pun masih tidak cukup besar untuk menahannya agar tidak jatuh. Aku tertawa, sekaligus sangat senang. Sampai sekarang, cincin itu masih aku simpan, tergantung di tali kalung monkey de luffy. Sebal juga melihat tangan yang kecil seperti ini, tapi di depan kamu, tangan ini bisa mengacak rambutmu ketika aku gemas, sela-sela jari ini bisa merasakan jarimu yang mengisi ruang mereka, jari kecil ini bisa mencubit perutmu yang buncit atau pipimu yang tirus, lengan tangan ini bisa menerima pukulan kecilmu ketika kamu merasa terlalu gemas dan tidak tahu harus berbuat apa.

Aku seorang pemalu dan cenderung tidak peduli keadaan sekitar, tapi di depan kamu, aku bebas melakukan hal bodoh dan sering memarahimu jika kamu sakit karena telat makan atau terlalu sibuk.

Seorang yang kadang masih saja lupa sembahyang, tapi di depan kamu, aku sering kali mengingatkan agar tidak lupa sholat 5 waktu.

Aku yang selalu ingin mengerjakan sesuatu sendiri, tapi di depan kamu, aku berubah menjadi manja dan ingin kamu membantunya.

Seorang yang susah meluapkan perasaan, berbagi cerita ketika ada masalah, atau memberitahu sesuatu yang tidak begitu penting, tapi di depan kamu, aku lepas menceritakan semuanya, menangis sebagaimana aku orang yang tercengeng di dunia, dan aku selalu ingin kamu tahu apa saja yang aku alami.

Pada mereka yang terpilih, aku memperlihatkan sisiku yang belum pernah orang lain lihat. Kamu salah satunya.





You Might Also Like

0 comments

Flickr Images

Subscribe