Mars & Venus : Perempuan dari Planet Seberang

2:07:00 AM



Ia, mahluk asing yang berasal dari Mars, datang ke planet bernama Bumi hendak mencari sepasang sepatunya yang hilang. Perempuan yang dipanggil Praill ini mulai menyusuri jalan, walau ia sungguh buta arah. Membaca kompas atau peta pun tak dapat membantunya. Kapasitas memori pengingat di otaknya benar-benar buruk.

Pohon di planet ini tidak dapat bersiul seperti halnya di Mars. Mereka hanya diam, memakan asap, dan berpasrah diri ketika disakiti. Kota siang ini sangat panas. Kasihan sekali para pengendara yang sibuk menabung asap di udara. Sepanjang jalan Praill melihat transportasi yang berbahan seperti kaleng bekas, hanya saja lebih sedikit tebal. Ah.. andai mereka tahu jika di planet asalnya, masyarakat menaiki daun lebar untuk bertransportasi, lalu ketika sudah selesai daun-daun itu kembali digantung dengan rapi. Apa menariknya kaleng bekas yang mengepulkan asap?

Jam di tangan kanan Praill mulai mengarah ke angka 1, tanda ia harus mencari tempat untuk sekedar minum. Bumi sangat aneh dan berbeda. Di sini banyak sekali mata air, terdapat di mini market yang letaknya sedemikian menyesakkan. Berseberangan, terang, dan udara dingin palsu dari Air Conditioner. Sementara, yang masyarakat Bumi biasa bilang warung, terjajah megah & menariknya mini market.
Kembali ia menyusuri jalan dengan sedikit menundukkan kepala. Melihat roda-roda berputar, melihat sepasang sepatu hitamnya yang terus berjalan maju, tanpa berani menatap mata manusia sekitar. Iya.. Praill memang sedikit pemalu. Ia tak berani menatap mata. Entahlah.. itu membuatnya sedikit gugup.

Ia terhenti di suatu lapangan tak berumput, tertutup semen keras, dan ada 2 tiang ring lumayan tinggi di sisi utara & selatan. Belakangan ia tahu, ternyata lapangan tempat anak-anak bermain basket. Praill mencari tempat teduh untuk duduk meregangkan kaki. Matanya tak bisa diam memperhatikan anak-anak itu bermain. Suara pantulan bola seakan dentuman yang berirama. Ia menikmati siang hari yang terik di bawah rindangnya pohon yang tidak bisa bersiul merdu itu.


You Might Also Like

1 comments

Flickr Images

Subscribe