Through His Eyes

10:24:00 AM

Siang itu kami berjalan-jalan menikmati waktu berdua.
Melarikan diri dari rutinitas yang seharusnya.
Keliling Ubud jalan kaki. Capek sih tapi senang.
Eh ngga senang deng. Bahagia.

Kami berhasil menangkap sedikit dari banyaknya hal yang terjadi hari itu.
Momen yang dibekukan menjadi sebuah gambar.
Sebenernya pengen tiap kedip langsung otomatis terfoto, tapi ya apa daya..

 Ini adalah sebagian dari rasa bahagia yang terselip.

----------------------------------------------------------------------------------------------

"Through His Eyes"



Help. Me even love blurry candid picture which taken by him..


"Ayo foto.. one picture. for me. please.."
"engga mau.."





Ketika lagi capek dan duduk bentar, masih aja sempet motoin, walaupun yang fokus malah jalannya :')





He's still trying to capture me.







Picture I took a sec before he feed me his last piece of cake.

Dia yang berhasil membuatku melihat foto biasa menjadi begitu istimewa.
----------------------------------------------------------------------------------------------------

Kami duduk dan bercerita sampai sore di salah satu coffee shop di Ubud.

Minuman pesananku ia sebut gagal karena terasa seperti rumput laut.
Dan aku lebih tidak suka cappuccino pahit miliknya.
Ia percaya bahwa di lautan masih tersimpan banyak rahasia seperti mermaid dan sebagainya.
Aku membayangkan alam semesta yang kecil dan tersimpan di suatu lorong bangku yang gelap.

Aku suka cara bagaimana kami bercerita.
Walau terkadang aku tidak mengerti beberapa dari apa yang ia bahas
...ia selalu memberi tahuku tentang hal baru.
Dan aku suka itu.

Sudah saatnya pulang?

You Might Also Like

1 comments

Flickr Images

Subscribe