Mereka Hanya Bersungguh-sungguh

9:54:00 AM

Bisa dibilang, aku sudah banyak mendengar berbagai macam cerita cinta dari teman dekatku. Dari yang jalanin LDR lalu tiba-tiba ditinggal nikah, sama-sama "bermain" karena merasa bosan, putus di hari setelah ulang tahun (yang ia kira itu hanya bercandaan belaka), ditinggal karena pasangannya merasa ilfeel, tetap mengejar walau sudah dibilang "ngga bisa" berkali2, sampai pasangan yang setelah sekian lama pisah akhirnya kembali. Dan masi ada yang lain, aku cuma ngga bisa mengingatnya.

Ada bermacam tipe. Ada yang rela menunggu, gampang marah walaupun karena hal kecil, berusaha sabar aja karena ngga mau bikin masalah makin ribet (padahal ketika cerita, dia keliatan udah sangat geram sekali!), berusaha beradaptasi sesuai yang pasangannya suka, belajar satu hal demi bikin satu senyum pasangannya. Semua terlihat seperti kekonyolan anak muda, tapi kita bisa ngerti, bahwa itu tanda bukti bahwa mereka sungguh-sungguh, meski dengan cara yang terlihat menggelikan. 

Apakah mereka bodoh? Ya, bagi kita yang mungkin ngga ngerasain.
Tapi bagi mereka itu bentuk perjuangan yang mengasyikan, seperti halnya menunggu walaupun mereka juga ngga tau hasil yang diterima bisa bikin bahagia atau ngga. Mereka menikmati rasa sakit yang menjadi candu. Bicara soal cinta begini, ngga ada salah atau benar. Yang kita rasain, beda sama yang mereka nikmati. Namun yang selalu bikin aku salut, adalah sisi berjuang mereka. 

Ini bukan maksud ngebahas fenomena hype minggu ini ya, video hitsnya awkarin itu :))

Hanya saja, aku sedikit heran. Ketika seorang yang begitu sincere menjadi suatu hal yang menyebalkan bagi pasangannya. Sebagai contoh, temanku punya pasangan yang super duper sibuk. Ia berusaha untuk ikut sibuk sehingga tidak mengganggu jam kerja pasangannya (dari pagi sampai sore) dan selalu menunggu malam hari datang untuk bisa sekedar bertukar cerita yang sudah mereka lalui seharian sebelum beranjak tidur. Temanku hanya berharap sebatas itu, namun pasangannya sepertinya tidak bisa mengerti bahwa baginya itu penting. Lalu dengan disabar-sabari, temanku berusaha mengerti setiap hari. Pasangannya pasti sebal seperti punya kewajiban (yang baginya tidak penting) untuk sekedar bercerita setelah seharian yang melelahkan. Bila yang orang sebut cinta adalah "menyempatkan", lalu?

Padahal cuma sebatas bisa ngobrol sebelum tidur, tidak lebih, ia ngga merengek minta dibangunin candi.

Ada juga temanku yang rela menunggu, not literally menunggu sih. Selama jeda waktu itu dia juga memperluas pertemanannya. Ada yang datang silih berganti, tapi ia sangat picky, kadang aku jadi sebel gregetan macem yang gimana sih dia mau?! Ketika dia hanya mau satu, sebelum ada yang bisa menggeser keinginannya, ya dia tetep terus begitu. Dasar kepala batu. Sampai akhirnya dia bersama seorang yang selalu menjadi fokusnya, aku merasa bahagia. Dodol banget ngga, terlalu terpaku sama seseorang begitu? Tapi aku baru ngerti, dia sangat bersungguh-sungguh dan tidak main-main.

Temanku yang lain, bahkan pernah selingkuh karena pacarnya terlalu semena-mena. Dia nurut apapun yang disuruh pacarnya. Sampe akhirnya ketemu seseorang yang membuat ia nyaman ...dan berpaling. Hampir duel, udah macem crows zero aja. Hanya berjalan kurang dari setahun, dan sekarang balik sama yang sebelumnya. Crazy rite? Dan karena kami (temennya si cewek) ini ngelihat ada perubahan yang lebih baik dari yang cowok, jadi ya setuju aja. Mungkin yang cowok udah sadar kali ya?

Dan masih banyak macam permasalahan lain temanku.
Di satu sisi, aku bilang
"He dont deserve you.."
"Udah lah, uda berapa kali diginiin?"
Tapi dengan batunya mereka jawab
"sekali lagi.."

Ada saatnya kamu akan mengerti, bahwa sungguh-sungguhmu akan lebih layak untuk seorang yang sama nilainya sepertimu. Pada waktu itu, kamu tidak akan lagi menyalahkan diri sendiri memikirkan apa yang kurang, apa yang salah, apa yang harus diusahakan lagi hanya untuk mempertahankan. Yang penting, hal terbaik sudah kamu lakukan semampumu. Dan akhirnya kamu akan semangat dan percaya ada sesuatu yang lebih baik dari itu.

Teruntuk kalian yang sudah punya pasangan yang begitu sungguh-sungguh..
Mungkin manusia tipe mereka ini bisa jadi menurut kalian menyebalkan dan sangat keras kepala, tapi mari kita balik berpikir. Seorang yang mau beradaptasi untukmu, mau mencoba "sekali lagi" dengan keyakinan akan menjadi lebih baik setelah ini, yang berusaha menjadi versi baik dirinya untukmu, yang tidak bermain-main, terlihat sabar di depanmu (padahal setengah mati ngendaliin emosi), dan menerima bagaimana pun kamu..
Semoga sadar kita tidak datang terlambat.

Just dont take them for granted,  because you think they will always be available.




You Might Also Like

3 comments

  1. kalau sudah jatuh cinta apapun rela ia lakukan ya mbak, saya juga dulu pernah merasakannya. Ternyata benar jatuh cinta itu bisa membuat kita menjadi gila :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, Alitt bilang kalo orang jatuh cinta toleransinya berjuta-juta. Seru sih yaa x))

      Delete

Flickr Images

Subscribe