Teman Kristen di Mushola

4:09:00 PM

Hmm..
Sebenarnya ini kejadian udah lumayan lama, mungkin sekitar November-Desember tahun 2015 lalu, tapi hari ini tiba-tiba keinget lagi. Jadi sebelum benar-benar lupa total, mari mencoba mengingat semampunya..

Sore itu, aku dijemput anak lelaki. Ya, anggap saja kalian tahu orang ini. Hari Sabtu, weekend yang pas untuk bertemu ..dan ngerjain tugas masing-masing. Kami sepakat pergi ke McD (ya, lalu ke mana lagi?), restoran cepat saji yang siap menampung anak manusia pencari colokan dan duduk berjam-jam modal es sundae dan kentang goreng. Selain itu, kami juga emang selalu bingung selain di sana. 

Ia datang, motornya berhenti di depan gerbang rumahku, di tempat yang sama setiap waktu. Tampilan kami persis seperti mahasiswa berangkat ngampus, lengkap dengan ransel berisi laptop. Oh, weekend yang menyenangkan ya..

Mendekati jam sholat maghrib, ia membawaku mampir ke suatu perumahan. Jenis perumahan yang elit menurutku karena rumah di sana bagus dan besar, ditambah lagi dia berkata, "Ini rumahnya disita sama KPK, tuh ada tandanya.." tengoknya ke sebelah kanan memberitahuku. Oke.. memang tergolong kawasan menengah ke atas..
Setelah beberapa kali belokan, kami berhenti. Bangunan yang tidak asing dan mudah ku kenali. Di dalam perumahan ini ternyata ada mushola (yang menurutku juga, cukup luas, bagus dan terawat). "Oh.. udah saatnya sholat maghrib..", pikirku yang akhirnya menjawab pertanyaan2 yang tadi sempat mampir di otakku. Ku lihat, ada bapak beserta anaknya mulai berdatangan menuju ke sini dengan berjalan kaki. Bagaimana rasanya?
"Enak pasti ya punya rumah di sini.." kataku. Lalu dia melepas jaket dan tas ranselnya, aku yang sudah hafal segera mengambil alih dan membawanya ikut pindah ke teras depan mushola. Aku duduk menunggunya di sana. Melihatnya selesai berwudhu, adalah hal yang paling ku suka dari hal ini. Ngga tau ya, mungkin seger aja kali ngeliatnya dia kena air, atau mungkin basuhannya bikin kotoran debu di jalanan yang tadinya nempel jadi bersih hahaha. (jangan jitak, please)

Aku diam. Saat itu aku masih tanpa hape (yap, aku sempat bertahan tanpa hp selama kira-kira 1tahun lebih) jadi memandangi sekitar adalah yang paling menyenangkan untuk dilakukan. Tidak lama setelah itu, datang lagi pasangan berhenti di mushola ini. Dan yang cewek duduk di dekatku. Baiklah, sepertinya aku mengerti. Kita sama. Rasanya ingin mengajaknya mengobrol, tapi aku malu jadi terlihat sok asik, dan bisa jadi nanti aku bingung mau ngobrolin apa. Jadi aku cuma senyumin aja lalu kembali diam.
Di tengah kesunyian kami berdua berdiam diri, seorang bapak datang dan berkata, "Adik, kalau mau sholat itu ruangan untuk perempuannya sebelah sana ya.." dan sebenarnya aku lupa bagaimana jelas kalimatnya. Intinya, kami disarankan untuk pindah duduk di ruangan sebelah, karena tempat yang kami saat ini takutnya mengganggu. Bapaknya sangat sopan, dan kami tentu mengiyakan.
Ok, sekarang tempatnya lebih sunyi dari yang tadi dan benar-benar cuma ada aku bersama perempuan-yang-senasib-sepertiku ini. Kalau diam terus, jadi gak asik dong ya?! Selanjutnya aku lupa, entah aku atau dia yang memulai bicara duluan. Yang ku ingat, topik kita awalnya "nungguin pacarnya sholat juga ya?".
Aku tau, kalau udah nemu satu kesamaan, pasti ngobrolnya langsung bisa asik dan disambung-sambungin. Setidaknya gitu. Di mulai dari kami tertawa kecil karena tadinya kami sama-sama saling menebak dan berpikiran yang sama. Pasti pacarnya beda agama. Dan itu benar. Dilanjut dengan ngobrol asal daerah, kuliah, hobi, matakuliah, kerjaan, lumayan banyak menurutku bagi seorang aku yang memang agak canggung ngobrol dengan orang baru, tapi wanita ini menyenangkan. (ini kenapa kesannya malah kayak cerita jatuh cinta gini sih ya? astagaaaa). Ia dari Bandung, dan sebelumnya mengambil kuliah yang berhubungan dengan desain, jadi obrolannya nyambung dengan gampang. Tidak ku sangka juga awalnya, ternyata teman-baru ku ini sedang melanjutkan s2 di Unud, yang berarti dia lebih tua dariku, wajah dan badannya menipu, ku kira dia lebih muda dari itu. Dia beragama kristen. Entah berapa kali kami selalu tertawa terutama di topik ini. Banyak hal yang sempat kita obrolkan di waktu singkat menunggu usai sholat maghrib saat itu.

Tiba-tiba datang seorang lelaki menengok ke arah kami. Temanku menyapanya. Oh pacarnya. Berarti sholatnya uda selesai. Aku refleks senyumin juga dan mulai membawa barang-barang menuju teras depan mushola, bisa gak ditemuin sih kalo aku diem terus di sini, karena ruangannya memang agak menyudut. 

Senyum. Kuingat aku sempat bertanya, "Kok udah selesai? Di dalem masih ada orang tuh.." dan dijawab "Iya sholatnya udah selesai, udah boleh pulang kok".
Lalu dia memakai jaket dan menggendong tas ranselnya. Aku naik ke motor. Sebelum gang perumahan ini usai kami lewati, aku sudah mulai bercerita tentang teman kristen yang baru saja ku temui di mushola.

Hari itu memang sudah lewat lama, tapi aku masih dapat merasakan hangat bila mengingatnya, sampai saat ku ketik postingan ini pun jadi senyum-senyum sendiri. Beberapa saat setelah itu aku masih mengingat nama, dan jurusan kuliahnya, tapi sekarang sudah keburu lupa.

Ada saatnya lagi accidentally bertemu di mushola atau tempat ibadah yang berbeda, mungkin ya?





*postingan ini diketik karena sudah mulai bosan berita macam penistaan agama dan sebagainya, mungkin beberapa dari mereka perlu piknik*

You Might Also Like

7 comments

  1. Seru ya ngobrol sama strangers senasib begitu :'))

    Emang bener ternyata kalo punya 1 kesamaan,walaupun orang asing pasti gampang banget nyanbung pas ngobrol.

    ReplyDelete
    Replies
    1. manusia yg canggungan, begitu nemu kesamaan langsung tercerahkan "YAS! GUE BISA BAHAS INI BIAR OBROLANNYA JALAN!"

      Delete
  2. Oyooonnnnn sempet ketemu di mcd pas lagi nugas juga
    mcd sunset star <3 Tanaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ini ceritanya yg sebelum kita ketemu di Mcd tuh Tannnn xD

      Delete
  3. Benar. Sepertinya mereka butuh piknik ke McD minum pepsi man dan makan kentang goreng.
    Jadi, dia bukan sekedar teman ya? terus ceritanya beda agama? Hm. Sungguh pertemuan yang sulit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya butuh piknik biar ngga mumet terus isi pikirannya, tengkyu sudah baca :D

      Delete
  4. canggung banget kan ya diam-diaman. pas nemu topik yang pas, udah berasa kaya temenan lama
    ngobrolnya sama yang senasib sesama pula. hehee

    ReplyDelete

Flickr Images

Subscribe