Kamu Itu Biasa Aja

2:34:00 PM

Hujan. 
Kami terpaksa menunda pulang.

Sore yang melelahkan, dari pagi hingga hampir menjelang malam kami sebagai mahasiswa menghabiskan waktu lebih lama di studio kampus dibanding rumah sendiri. Hal yang biasa, terlebih lagi menjelang H-sebulan sebelum UAS datang. Proyek mata kuliah Rekayasa Desain 10 meter kain blacu yang menyita waktu, kesabaran, dan tenaga. Dan di saat bayang kasur di rumah mulai menghantui, kami terpaksa berdiam sedikit lebih lama lagi di studio menunggu hujan reda.

Sungguh aku ingin rebahan.

Duduk lah aku bersebelahan dengan seorang teman berzodiak Virgo ini. Bisa dibilang satu geng (inget kan yang satu geng ber-10 orang itu?), tapi sebelumnya emang ngga terlalu dekat karena kami biasa ngobrol seadanya dan saat itu aku berpikir bahwa tipe obrolan kita beda. Di tangga depan studio itu, hujan menjadi teman cerita kami.

---

"Ya gimana dong Yon, gak ada yang lain..", katanya.
Glek. Aku menelan ludah.
"Maksudnya Sep? Kamu terpaksa sama dia karena cuma ada dia aja gitu?", tanyaku yang ingin lebih mengerti maksud dari "gak ada yang lain".
"Aku bukan cewek yang cepet bisa nerima orang baru, susah.."
Oh, I see..
"Rasanya kayak curiga gitu ya sama orang?" kataku menimpali kalimatnya barusan.

Dan klik. Di mulai dari sana, di setiap potongan ceritanya, aku mulai menyadari kalau dia ini tipe yang sama persis sepertiku. Banyak "Ih iya! Aku juga gitu" yang kami temui. Lalu sampailah pada kalimat..

"Padahal mereka biasa aja ya, kok kita bisa segitunya", katanya heran.
"Iya tuh bener! Coba deh kita bikin list tentang hal yang nggak banget dari mereka, banyak banget sebenernya, tapi kok kita masih aja mau."
"..dan coba aja orang lain yang ngelakuin hal itu, aku udah ilfeel dari dulu dan ngga bakal aku ladenin", tambahku.


---

Seperti mulai mengerti tapi tidak dapat dimengerti.
Mungkin ada sesuatu dari dirinya yang kita tidak sadari, yang tidak bisa kita temui dari orang lain. Yang membuat lainnya terlihat tidak semenarik mereka. Sesuatu yang dapat menutupi dan mendapatkan sebuah permakluman, yang kita tahu tak akan kita berikan ke pada orang lain. 

Entah itu cueknya yang dingin hingga membuatmu beku.
Hangatnya kata penenang yang ia beri ketika kamu bercerita tentang masalahmu.
Perlakuan kecil yang menurutmu istimewa, sesederhana ia mengambilkan saos di piring ayam gorengmu.
Mungkin juga pertengkaran kalian yang membuatmu semakin sayang setelahnya.

Who knows?

Jadi, bagaimana?

Mau kah kamu bercerita tentang bagaimana akhirnya kita bisa bersama?

-
Untukmu yang membaca postingan ini, ketahui lah bahwa sebenarnya kamu memang biasa saja. Tetap lah menjadi biasa yang selalu bisa ku istimewakan.

You Might Also Like

2 comments

  1. ehem.. aku mah udah spesial dari sononya kak.. hehe

    btw aku baru pertama kali maen kesini nih,salam kenal ya kak.

    ReplyDelete
  2. "Jadi, bagaimana?
    Mau kah kamu bercerita tentang bagaimana akhirnya kita bisa bersama?"

    asli paraah kak, kalimat ini bikin baper.
    bagus tulisannya kak :)

    ReplyDelete

Flickr Images

Subscribe