Kilas Balik 2016

2:07:00 PM

Desember hanya menunggu hitungan jam untuk berganti

Apa itu menikmati libur akhir tahun? Aku di pagi ini masih tetap kerja, baru saja menyiram eek anjing yang sudah menyebar karena tak sengaja diinjak orang. Dari sekian luasnya tempat di jalan ini, kenapa sih milihnya pas banget di depan tempatku bekerja? Hmm..
Apa pula end year sale dan segala barang lucu dengan diskon setengah harga (bahkan lebih)? Aku di sini sudah terseok-seok ngumpulin receh demi kepentingan menyelesaikan semua proyek UAS agar bisa berhasil menaklukan semester 5. Ya, kami harus kuat fisik, mental, terutama materiil di tiap semester. Kamu pikir harga kain murah? Kamu pikir kain 3 sampe 5 meter cukup? HMMM :))

Kok curhat..

Ya memang blog ini isinya curhatan semua sih.

Dengan segala kemageran diri, aku mulai memutar ulang banyak hal yang 2016 ajarkan. Semakin bertambah tahun dan umur, masalah yang dihadapi bisa jadi sedikit; namun kompleks dan besar. Ingat sewaktu masih bocah, dipaksa makan aja jadi masalah, ngga mau tidur siang karena ngotot masih mau nonton acara favorit, atau sesimpel air dingin yang sudah kalian buat dan tunggu dengan sabar tiba-tiba diminum adik tanpa sisa. Ketika masih kecil, semua hal sepele menjadi masalah. Bertambahnya umur, kita mulai bisa memaklumi yang sepele dan belajar mendikitkan masalah. Namun, shit is always with us.

Normal di tiap tahunnya diberi slogan "You get some, you lose some."
Mari kita coba list semampunya..

---

Tentang studi dan perkuliahan.
Belajar dari pengalaman semester 3, tahun lalu di mana aku berhasil meraih IP 2.00.
Ya. Dua. Aku kapok malas kuliah. Harus diakui, semester 3 adalah semester paling kelam sejauh ini. Semester di mana aku lagi super mager dari yang biasanya. Jarang hadir kelas. Kumpul tugas telat (dan dengan sedikit paksaan). Antara shock atau mau ketawa liat hasil nilai. Aku pantes dapetin itu semua. Dan aku kecewa sama diri sendiri. Saat itu adalah masa down dan susah buat percaya diri. Maunya terlihat biasa tapi sakit juga ngeliat nilai temen yang lain. Entah berapa kali aku dikuatkan dengan "Ngga apa, IP bukan penentu semuanya, sekarang jangan males lagi" yang berhasil menjadi obat penenang sesaat. 
Setelah ditampar, aku kembali bertekad jadi mahasiswi rajin -ok, rajin itu berat, yah seenggaknya bukan pemalas. Semester 4 dilalui tanpa hambatan berarti sampai kini. Tugas tetap jadi momok, capek udah pasti, tapi ngga separah masa kelam. Setiap mulai jenuh ngerjain tugas, otomatis mikir "Ih, ini ngga ada seberapanya sama yang kemarin".
Walaupun sekarang semakin banyak perlu duit.
Walaupun sekarang bobot tugasnya bukan lagi soal bikin nirmana.
Tapi aku bersyukur, semakin naik semester malah semakin bersemangat.
Desember selalu jadi bulan hectic persiapan proyek untuk UAS Januari.

Tentang pekerjaan dan duit hura-hura.
Hura-hura apaan. Ngga ada yang bisa difoya-foyakan.
Bicara soal uang, ini semua tentang kecukupan. Cukup buat beli bakso tapi ngga cukup beli minum. Cukup buat beli kain tapi belum cukup buat beli payet. Hahaha..
Pada sadar ngga sih bahwa kita selalu terselamatkan dengan kecukupan? Aku pernah denger dari omku yang super selow, waktu itu lagi dimarah sama istrinya, lalu omku jawab "Ya kalo ngga ada uang, ya nanti aja ada pasti dateng rejeki, yang penting kan kita memang ngga malas". Istrinya pengen marah tapi malah ngga dilanjutin dan aku pengen ketawa liat respon omku yang begitu. Kalimat yang sampe sekarang bikin aku ikutan selow kalo lagi krisis duit. Memang bukan berarti aku ngga kesusahan mikir, tapi ya less-stress. Dan sering kali memang terjadi, ketika emang lagi krisisnya tiba-tiba ada rejeki dateng. Entah dari hasil bikin gambar, tawaran kerja hore hore, gaji kerja part-time yg tidak seberapa, atau bisa dari dikasi saudara (ini paling asik sih). Ngga banyak, tapi cukup lah. Berkat ini juga, aku merasa bisa ngendaliin mauku. Tau mana prioritas utama, mana yang bisa nantian. Mungkin kalo aku kelebihan uang, sekarang aku ngga ngetik post ini tapi lagi berenang di kolam es buah. Uh.
Tentang gimana aku udah save money untuk rencana Desember ini ke Jogja nyamperin temenku, tapi tiba-tiba menjelang itu ada aja hal yang mau ngga mau harus ku relakan. Sedih karena ngga jadi, tapi bersyukur karena justru tabungan itu yang menyelamatkan. Let it flow. Suatu waktu pasti kesampaian.

Tentang kepergian dan merelakan.
Di tahun ini aku sempat punya total 3 anjing. I introduce you -Zu, Ruby, Jess.
Zu udah pernah aku post di sini sebelumnya, aku sempat tulis dia lagi sakit, and sadly he left us. Anak anjing hitam yang Alvin pengen banget sampe disamperin ke Ubud dan malemnya dianter ke rumahku pake kardus. Pertama kali bareng-bareng rawat anjing dan ngajak CFD di Renon. Namun karena distemper, Zu yang udah ngga kuat akhirnya pergi. Sebulan kemudian, he still wants dog, and I miss having fur buddy. Lewat postingan di salah satu grup anjing, dia pergi mengadopsi Ruby dan siang itu juga ia bawa ke rumahku -setelah itu kembali ke kantor untuk kerja. Ruby kecil baru berumur 1,5 bulan, mungkin? Aku gemes banget dan gendong Ruby ke mana2. Masih belum puas, Alvin masih tetep pengen punya anjing besar idamannya, datanglah dia bawa Jess. Umurnya baru sekitar 4 bulan tapi badannya besar dan seperti siap menjatuhkan siapa saja. Mukanya sangar, awalnya aku sempat lupa Jess itu anjing betina. "Kamu Ruby, aku Jess", katanya.
Seringkali ia merasa aku terlalu manjain Ruby. Ruby memang anjing kecil nakal, suka ganggu nyari perhatian Jess. Dan Jess, selalu galak sama anjing mana pun yang berani deketin mangkok makanannya dia. Ah those good old days..
Namun, Jess dengan terpaksa harus kami pindahkan dari rumah, karena suatu masalah. Sedih mengingat ketika Jess dijemput calon tuan barunya. Ia seperti pura-pura tidur padahal udah digoyang2in -di hari biasanya, denger suara dikit aja bisa kebangun. Dan Jess masih baik sampai sekarang. Aku kangen.
Ruby? Setelah beberapa minggu Jess pergi, dia sempat sakit demam yang bikin aku dan adiku kebingungan. Ngga mau makan dan selalu sembunyi di rerumputan depan rumah. Ku bawa Ruby ke veteranian dengan cara masukin dia ke tas selempang. Setelah periksa dan ku rawat, seminggu kemudian dia sembuh dan bisa nakal lagi. Seneng? Banget! But ngga lama setelah itu, Ruby ku temuin tertutup koran, tergeletak dengan simbahan darah. Ruby kecilku ditabrak. Rasanya ingin ngamuk.
Sampe sekarang, di rumah belum ada anjing lagi.
Kangen tapi sepertinya harus ku tunda.

Tentang manusia dan perubahan.
Setahun ini, tentu udah banyak interaksi yang terjadi. Dari pertemanan dan segala tetek bengeknya. 2016, yang sulit digambarkan. Hilangnya teman yang biasa diajak bareng. Renggang dan semakin eratnya pertemanan secara bersamaan. Mulai berani memilah yang sedikit bikin makan hati. Seorang yang pergi;entah mengapa. 
Aku ingat, malam itu aku bercerita dengan seorang teman, membicarakan betapa bedanya sosok yang biasa kita lihat ceria, loveable, dan begitu ekspresif. Aku menangis. Perputaran waktu bisa mengubah manusia; atau justru kita hanya baru melihat setengah sisinya? Kami sayang pada orang yang sama. Oh tunggu, sifatnya yang loveable maksudnya. Temanku bercerita dengan sedih, dan aku pun. Kami berdua mengingat kekonyolan yang ia lakukan, yang mungkin beberapa orang saat ini mengatakannya norak. Mengingat bagaimana mereka akan cemburu bila aku lebih condong ke salah satu dari mereka. Aku berhati-hati dalam hal membagi suatu yang menurutku berharga, namun khusus temanku ini, aku justru ingin mereka bisa selalu dekat. Sungguh kami akan lebih memilih versi konyolnya, dibanding ia yang kini begitu dingin.
Tentang bagaimana berteman dengan orang yang sebelumnya tidak pernah ku pikirkan bisa dekat, ternyata memiliki banyak kesamaan.
Pedih dan senang yang tidak terduga.


---

Kenapa postingannya malah amburadul kayak gini ya?
Awalnya jalan cerita yang kebayang di otak ngga kayak gini sih, tapi kok jadi tulisannya begini ...yha paboleh buat, simpen aja pake bahan dibaca tahun berikutnya :))

Menyambut 2017 dengan tidak tenang dan  dengan keganjalan 2016 yang masih belum sepenuhnya dilepaskan. Semoga semakin baik ke depannya.
Mari hantam 2017. Seberapa kuat sih kamu?



You Might Also Like

1 comments

  1. keren"
    mba ini template nya custome hasil sendiri
    ada copy"
    thanks yaah

    ReplyDelete

Flickr Images

Subscribe